Tony Fernandes Membutuhkan Fans Baru

Tony Fernandes Membutuhkan Fans Baru

Tony Fernandes Membutuhkan Fans Baru

Ini pernah terjadi. Pada 9 Januari 1932, 41.097 orang menyaksikan Queens Park Rangers bermain melawan Leeds United dalam putaran ketiga Piala FA. Itu harus menjadi dukungan laten bagi Tony Fernandes yang berharap untuk menambah stadion dengan 40.000 kursi baru yang diusulkan untuk Old Oak Common. Setelah merubah Air Asia dari perusahaan gagal dengan utang US$ 11 juta dan dua pesawat Boeing tua menjadi sukses dengan mengoperasikan 132 pesawat, Fernandes telah menerima hak untuk memiliki mimpi-mimpinya. Tapi mengubah QPR menjadi klub yang mampu mengisi stadion dengan 40.000 kursi akan mengambil beberapa generasi untuk sukses. Ketika mengutip rekor penonton klub, itu adalah kebiasaan untuk menunjukkan bahwa fans “packed in” dengan layak, tapi ada banyak orang di teras White City untuk menonton QPR saat menang dengan 3-1 pada 81 tahun yang lalu. Pada saat itu venue Olimpiade sudah mampu menampung 90.000 orang untuk menonton tinju. Sementara itu, QPR rata-rata hanya memiliki 13.000 penonton di Third Division South (Liga Divisi ke-3). Angka itu adalah rata-rata historis QPR, kira-kira setara dengan Huddersfield dan Bristol City.

Rangers dengan cepat menyerah pada White City dan mereka mengalami musim yang buruk dalam tiga dekade, dan telah tinggal di Loftus Road, rumah utama mereka sejak tahun 1917. Musim terbaik mereka adalah tahun 1976-1977 ketika Dave Sexton memiliki tim yang luar biasa seperti Stan Bowles dan Gerry Francis yang mampu menarik rata-rata 24.000 penonton. Fernandes adalah orang yang tepat untuk menyatakan bahwa Loftus Road sekarang terbatas untuk 18.439 kursi yang sering penuh, terlalu kecil untuk klub yang berkompetisi di Premier League, terutama dengan Financial Fair Play yang membatasi subsidi dari pemilik. Tapi itu telah membuat Fulham (secara historis adalah klub yang sedikit lebih besar) selama 12 tahun berada di kompetisi level teratas, stadion mereka mampu hingga 25.000 penonton. Dan sekarang mereka berencana untuk memperluas hingga mampu menampung 30.000 penonton.

Fulham dan QPR, bukannya melakukan perencanaan pengembangan secara terpisah, tapi akan melakukannya secara bersama-sama. Hal ini terjadi di luar negeri, tetapi mengingat antipati yang ditunjukkan di Bristol dan di Merseyside tampaknya bukan menjadi  yang pertama di Inggris. Jadi Fernandes berjudi £ 200 juta untuk pengembangan sepak bola di Inggris dan untuk peningkatan popularitas untuk QPR. Secara realita, karena dengan langkah West Ham ke Stadion Olimpiade, satu-satunya cara dia bisa berkembang adalah dengan menjual tiket pesawat murah dan dengan harapan mempunyai pendapatan tambahan dari merchandising dan katering. Jika itu memungkinkan mereka yang tidak termasuk dalam harga yang modern memiliki kesempatan untuk melihat sepak bola secara langsung. Semoga sukses untuknya. Ia akan membutuhkannya.