PSSI Kembali Beri Kelonggaran Kepada Klub Nakal

PSSI Kembali Beri Kelonggaran Kepada Klub Nakal

PSSI Kembali Beri Kelonggaran Kepada Klub Nakal

Setelah tetap meloloskan klub-klub yang masih mempunyai tunggakan kepada para pemainnya, PSSI sebagai federasi tertinggi sepakbola Indonesia kembali memberikan keringanan kepada calon klub peserta Indonesia Super League. Tenggat waktu yang sebelumnya hanya diberikan untuk menuntaskan pembayaran gaji pemain sebelumnya sudah ditentukan dengan batas waktu selama tujuh hari namun setelah ada keputusan ini maka pembatasan waktu itu terancam akan diundur. Sebanyak 22 klub dinyatakan lolos tahap verifikasi oleh  PSSI untuk berkompetisi di kasta tertinggi Liga Indonesia musim 2013/2014. Hasil verifikasi itu menimbulkan banyak tanda tanya dan protes karena masih ada saja klub yang masih mempunyai tunggakan terhadap para pemain namun dinyatakan diloloskan tahap verifikasi. PSSI mengakui bahwa masih ada sembilan klub yang masih mempunyai tunggakan kepada para pemain karena kondisi keuangan klub yang masih belum stabil.

Kepada Persijap Jepara, Persiba Bantul, Sriwijaya FC, Arema Indonesia, Pelita Bandung Raya, Persela, Persepam Madura, dan Perseru Serui PSSI malah menawarkan keringanan berupa pemberian tambahan waktu dalam pelunasan tunggakan gaji para pemain. Belum hilang tanda tanya besar atas hasil tahap verifikasi, PSSI kembali membuat keputusan yang berbau kontroversial. Sembilan klub yang telah disebutkan di atas ternyata akan mendapatkan tenggat waktu yang lebih panjang untuk menyelesaikan semua tunggakan-tungakannya. Demikian diungkapkan Departemen Licensing Club, Tigorshalom Boboy. “Setelah pengumuman pada tanggal 10 Desember PSSI menyatakan memberi tambahan waktu 7 hari kepada klub-klub yang mau mengajukan banding atau yang akan menyelesaikan permasalahan keuangannya. Tapi sepertinya akan diundur,” kata Tigor ketika dihubungi.

Tigor beralasan, mundurnya batas waktu dikarenakan klub-klub beru saja menerima keputusan tahap verifikasi pada hari ini. “Alasannya karena PSSI baru mengirim surat keputusan kepada klub-klub yang mengikuti kompetisi musim depan, sehingga kami menilai akan lebih fair setelah surat-surat itu diterima oleh pihak klub. Maka dari itu kami melakukan pengunduran batas waktu terkait masalah keuangan,” lanjut dia. Keputusan menunda tenggat waktu tersebut membuat serangkaian keputusan yang berbau kontroversi dari PSSI terus berlanjut apalagi mengenai tahapan verifikasi. PSSI melalui Ketua Umumnya yakni Djohar Arifin Husein sempat menegaskan kalau klub-klub yang lolos dalam tahap verifikasi hanya yang klub yang tak mempunyai masalah tunggakan gaji terhadap pemain.

Sementara untuk tidak meloloskan klub-klub yang berada di Indonesi a Premier League juga dianggap tidak transparan. Pro Duta FC yang adalah juara play off dinyatakan tidak lolos tahap verifikasi karena tidak mampu memenuhi syarat insfrastruktur, setelah mengajukan Stadion Singaperbangsa sebagai stadion kandang. Padahal Persita Tanggerang yang mengajukan stadion yang sama untuk menjadi kandang dinyatakan lolos tahap verifikasi oleh PSSI.