Profesi Skuad Tahiti Sebenarnya

FIFA Confederations Cup 2013

Profesi Skuad Tahiti Sebenarnya

Indo Taruhan Bola – Jika kita mengetahui seluk beluk para pemain Tahiti, kita tentu tidak berharap penampilan mereka bisa menghadirkan decak kagum. Lihat saja saat menghadapi Nigeria beberapa hari yang lalu. Tercatat enam gol yang dilesakkan “Super Eagles” merupakan kesalahan mendasar Nicolas Vallar dan kawan-kawan. Dalam laga tersebut meang akan dipertemukan tim yang mempunyai kualitas tinggi tidak perlu dipertanyakan kembali, dan tim yang hanya bermain bola untuk sekedar menyalurkan hobi, bukan untuk sebagai profesi. Dua hal yang sangat berbeda, dan pastinya bisa ditebak apakah hasil yang akan didapatkan dari pertemuan kedua tim tersebut? Laga yang tersaji lebih tepat disebut antara amatir dan professional, dan memang begitulah keadaannya.

Tahiti merupakan skuad yang terdiri dari para pemain amatir. Akan tetapi mereka bermain dengan penuh kesungguhan dan antusiasme. Walaupun dari tim Tahiti hanya mmepunyai satu pemain professional, namun semangat yang mereka berikan ketika berlaga tidak lebihnya dari tim yang professional. Mereka bermain dengan semangat tinggi walaupun lawan tandingannya merupakan tim yang mempunyai peman bagus serta tingkat kualitas yang tidak perlu ditanya lagi. Mereka pun sadar bahwa statusnya sebagai tim amatir yang mendapat kehormatan tertinggi tampil di Piala Konfederasi. Tengok saja saat sebelum laga, ofisial tim Tahiti mendekati bangku cadangan tim Nigeria dan mengalungkan kalung khas Negara mereka ke skuad Nigeria, satu per satu. Lalu siapa dan apa latar belakang sebenarnyapara penggawa “Toa Aito” itu diluar perannya sebagai pemain timnas. Mungkin sedikit tercengan ketika kita menyelami satu per satu profesi asli pemain Tahiti di luar timnas. Hanya gelandang serang Tahiti, Marama Vahirua, yang merupakan satu-satunya pemain professional. Ia tercatat sebagai pemain pinjamandi klub Yunani, Panthrakikos. Sisanya memang bukan pesepak bola professional. Rinciannya dua pemain berprofesi sebagai guru, tiga mahasiswa, tiga pengantar barang, seorang pengepak barang, pendaki gunung, pegawai administrasi,pelatih fisik, dan delapan lainnya pengangguran.

Bek tengah, Teheivarii Ludivion merupakan instruktur pendakian yang sesekali kembali ke klub amatir, AS Tefana. Sang pencetak gol Tahiti, Jonathan Tehau, merupakan seorang kurir barang. Malam harinya ia berlatih di klub amatir, AS Tamarii. Belakangan, Jonathan dikukuhkan sebagai pahlawan nasional lantaran satu golnya ke gawang Nigeria. Begitu juga dengan Samuel Hnanyine dan yannick Vero yang biasa bangun pagi untuk mengantar barang. Vero menuturkan bahwa pekerjaannya, dia harus membawa banyak barang berat, karena itulah dia baru pulang pada waktu malam hari dengan rasa sakit di tubuhnya hal itulah yang membuatnya cedera. Osedangklan pemain seperti Ricky Aitamai masih brestatus mahasiswa. Kapten Tahiti, Nicolas Vallar, bahkan salah satu dari delapan pengangguran di skuad itu. maklum, krisir ekonomi dunia membuat warganya lebih banyak menganggur di Negara berpenduduk 180 ribu jiwa ini. Di Tahiti, sepak bola memang masih sekedar hobi, bukan profesi. Kendati, liga disana tetap eksis meski hanya ditonton sekitar seratus orang per laga. Vallar merupakan orang yang tetap mencoba merumput meskipun tidak ada penghasilan yang tetap. Pun di timnas, tak sepeser uang mereka dapatkan, kecuali hanya kebanggaan. Kesederhanaan sebagai tim amatir juga terlihat saat para pemain timnas berlatih, mereka hanya menggunakan motor sewaan atau bus, seperti halnya penduduk biasa di Brasil. Semua tim yang berlaga di turmanen manapun mempunyai peluang untuk menjadi pemenang, tinggal  bagaimana tim tersebut untuk memanfaatkan peluang itu menjadi sebuah titik kemenangan.