Berita Bola Online Ultras Turki Berjuang Demi Eksistensi

Ultras Turki Berjuang Demi Eksistensi

Ultras Turki Berjuang Demi Eksistensi

Berita Bola Online – Polisi Turki menyergap ke rumah para suporter dan kemudian menangkap 72 orang pendukung fanatik dari klub-klub besar di Istanbul yang terdiri dari; Besiktas JK, Fenerbahce FC dan Galatasaray SK, setelah sebuah pertandingan derby antara Besiktas dan Galatasaray yang terpaksa dihentikan karena para penonton masuk merangsek ke dalam lapangan. Federasi Sepakbola Turki alias Turkis Football Federation (TFF) kemudian memberikan hukuman kepada Besiktas juga dengan melarang adanya penonton di empat pertandingan ke depan. Sebuah harga yang harus dibayar mahal oleh para suporter, khususnya suporter Besiktas JK yang harus puas selama empat pertandingan menonton dari televisi saja.

Ada beberapa yang mengatakan bahwa kejadian ini kemudian dikarenakan dan direncanakan oleh Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. Dan lebih jauh direncanakan oleh partai yang mengusai parlemen dan Turki saat ini Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP dalam singkatan bahasa Turki) untuk menggembosi pendukung Besiktas yang anti pemerintah. Insiden ini kemudian banyak mendapatkan sorotan bahkan kemudian menjadi isu nasional. Pemerintah Turki sampai menggelar konferensi pers khusus. Tidak tanggung-tanggung bahkan Erdogan mengklarifikasi hal-hal yang berkembang agar rakyat tetap percaya padanya dan adalah omong kosong bahwa dia telah mengatur insiden bentrokan di Istanbul tersebut di atas.

“Rakyat Turki yang saya cintai, kita tahu bahwa dalam beberapa tahun belakangan ini, sepak bola Turki semakin kuat. Kita patut berbangga karenanya. Tetapi insiden di Istanbul merupakan insiden yang seharusnya tidak terjadi. Adalah tidak benar bahwa pemerintah yang merekayasa semua itu. Kami menerima semua kritik dan tetaplah percaya kepada kami selaku pelindung dan pelayan kalian semua, rakyat Turki.” Begitu penjelasan dari sang Perdana Menteri.

Kejadian demi kejadian yang ada juga membuat turun tangan badan tertinggi sepak bola Eropa, UEFA. UEFA membentuk komisi khusus untuk menyelidiki hal ini. Komisi untuk Turki adalah nama komisi ini. UEFA bahkan juga menyarankan agar chant-chant dan nyanyian serta yel-yel yang bernuansa politis tidak diperdengarkan dahulu di seluruh stadion di Turki. TFF mengikuti saran ini dengan mengeluarkan aturan bagi siapa saja yang suporternya menyanyikan chant-chant yang bernada politis akan mengalami nasib yang sama terhadap Besiktas.

Seolah ingin menunjukkan aksi solidaritas kemudian para fans melanggar aturan tersebut. Di Gezi Park para supporter menyanyikan: “Di mana-mana ada Taksim, di mana-mana ada perlawanan.” Taksim adalah tokoh oposisi pemerintah yang paling terkenal di Turki. Dia selalu mengkritisi pemerintahan Erdogan karena lambat bekerja. Situasi seperti ini mau tidak mau juga harus melibatkan Komite Olahraga Turki. Karena pada tahun 2020 Istanbul dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade. Komite Olahraga Turki berjanji akhir bulan Oktober ini permasalahan tentang suporter ini akan selesai dan berakhir selama-lamanya. Berita Bola Online