Berita Bola Online Mengenang Mudayat Legenda Persebaya

Mengenang Mudayat Legenda Persebaya

Mengenang Mudayat Legenda Persebaya

Berita Bola Online – Berpulangnya Mudayat pekan lalu langsung menerbangkan ingatan saya ke sebuah momen 52 tahun silam. Ketika itu saya dan Dayat begitu dia biasa disapa –  sama sama pemain di Divisi Yunior Cabang Sepak Bola klub “ Tiong Hoa “ ( sekarang Suryanaga ). Kami dilatih pria Belanda G.J. van Oosterhout. Nah, pada suatu hari pada 1961 itu, Van Oosterhout memutuskan pulang ke Negara asalnya. Saat berpamitan Dayat tidak kuasa menahan air mata haru. Dengan terbata – bata pelatih bertubuh tinggi besar itu berusaha menenangkan Dayat : “ jangan menangis. Sebab, kamu suatu hari bisa menjadi pemain besar. Tapi ingat , jangan bosan – bosan untuk terus latihan dengan keras dan tekun. Jangan lupa pula untuk cukup banyak istirahat sesudah latihan berat. Saya melihat kamu punya bakat untuk menjadi pemain bagus “.

Kata – kata van Oosterhout itu terbukti. Empat tahun setelah kejadian tersebut. Dayat terpilih sebagai pemain Nasional . itu setelah dia bermain gemilang kala membela Persebaya melawan PSM Makasar di final kompetisi PSSI di Jakarta. Kala itu Dayat bisa “ mematikan “ pergerakan mesin gol PSM Ramang hingga tidak bisa mencetak gol. Dengan kelincahannya . Dayat selalu bisa mematahkan bola yang diumpankan kepada Ramang. Tidak jarang pula dia menyerobot bola dari kaki Ramang. Namun kala itu Persebaya tidak juara karena PSM 2 – 3 melalui tendangan jarak jauh M. Basri yang kelak menjadi pelatih klub kebanggaan Surabaya NIAC Mitra. Dayat tercatat memperkuat Timnas tujuh tahun ( 1965 – 1972 ). Hebatnya lagi , dia bukan hanya sukses sebagai pemain, namun juga sebagai pelatih karena pernah membawa tiga tim Persebaya ( beda usia ) sebagai juara.

Saya mengenal dia sejak 1956. kala itu kami sama – sama berusia 16 tahun . Dayat masih tinggal di daerahSemut saat itu. Kemudian pindah ke Dharmawangsa , dekat lapangan Hoki yang kini menjadi lapangan softball. Di Tionghoa kami berlatih mulai pukul 14.00. Tempat berlatih kami di lapangan “ Tiong Hoa” jalan Kusuma Bangsa ( sekarang menjadi Taman Hiburan Rakyat ). Menu latihan kami setiap hari adalah menendang bola ( dengan menggunakan kaki luar maupun kaki dalam ), menggiring, mengumpan, menekling, menyundul, dan mencari posisi di depan gawang. Juga latihan Game.

Kami pernah bermain bersama ketika memperkuat tim Tiong Hoa di kompetisi Persebaya kelas III melawan Assybaab III di lapangan Sawah Pulo. Saya sebagai gelandang kanan, sedangkan Dayat gelandang Kiri. Para pemain Assybaab yang rata – rata bertubuh besar menerapkan pemain keras . melihat hal itu, saya kepada Dayat berkata  “ nek ngene carane Yat, enak e main tik tak wae ( kalau begini caranya , Yat sebaiknya kita bermain tik – tak saja ) Berita Bola Online