Bereskan Akuisasi, Bassalamah Tuntaskan Verifikasi

Bereskan Akuisasi, Bassalamah Tuntaskan Verifikasi

Bereskan Akuisasi, Bassalamah Tuntaskan Verifikasi

CEO dari PT Jepara Raya Multitama, yaitu Muhammad Said Basslamah yang mana saat ini membulatkan sebuah tiket untuk nantinya dapat melepaskan 80% akan adanya sebuah saham pribadinya untuk nantinya dapat diberikan kepada pihak luar negeri. Namun ia mengaku akan tetap menyelesaikan adanya prosesĀ  verifikasi yang nantinya akan dapat meloloskan klub Persijap ke dalam ISL pada musim depan yang nantinya. Ia mengaku bahwa akan meninggalkan Persijap dengan sebuah image yang baik dan akan segera menyelesaikan adanya sebuah proses verifikasi yang nantinya akan dilakukan, nantinya akan dapat segera mengirimkan sebuah berkas-berkas yang tentu saja sangat diperlukan. Kini nantinya Bassalamah akan focus dalam menyelesaikan adanya proses sebuah jual beli akan saham dan akan dapat menyelesaikan sebuah proses dalam sebuah verifikasi. Seperti yang mana telah diketahui sampai dengan saat ini klub Persijap yang mana adalah salah satu tim yang masuk dalam ISL namun belum juga mengirimkan sebuah berkas yang mana didalamnya menyatakan adanya proses verifikasi. Bassalamah mengaku setelah nantinya selesai dalam penjulalan saham maka akan segera untuk dapat menyelesaikan sebuah laporan keuangan dan nantinya akan secepatnya untuk dikirim.

Bassalamah memang terpaksa melepaskan 80% sahamnya karena memang ia saat ini tidak memiliki pilhan lain . Karena memang pengusaha dari Jepara sudah memutuskan tak menjalin kerjasama lagi denganya. Hal ini tentu saja membuat Bassalamah kebingungan akan adanya hal ini. Ia sangat kebingungan dan juga merasa dalam posisi yang tertekan. Pasalnya disisi yang lain para pemain yang sudah meminta haknya, para supporter yang menghujat dirinya serta sebaliknya pengusaha local memutuskan kerjasama yang mana sebenarnya tak ingin ia terima. Dijualnya saham ini ternyata nantinya akan menjadi dampak negative tersendiri pasalnya memang yang membeli saham bukanlah warga Jepara melainkan pengusaha dari Malaysia sehingga nantinya tidak dapat dipastikan apakah nantinya klubh ini akan dapat bertahan dalam Jepara, bisa saja nantinya klub ini akan diboyong untuk pindah ke daerah yang lainya.

Kejadian seperti ini memang pernah dialami oleh Persijap sebelumnya , yang mana kala itu Persijap Jepara diboyong ke daerah lain dan akhirnya bisa kembali ke Jepara setelah Saham yang dijualnya itu mampu untuk kembali ditebus. Bassalamah mengaku sangat kecewa , yang mana saat ini tidak ada pengusaha local yang peduli dengan masa depan dari klub ini. Mereka semua tidak memperdulikan adanya klub ini. Jadi ia mengatakan jika klub ini tidak bisa bertahan lama tidak bisa menyalahkan pihak manajemen namun karena kurangnya partisipasi yang dimiliki oleh masyarakat khususnya adalah pengusaha yang seharusnya mendukung secara financial bagi klub Persijap ini nantinya.